Erornya Aplikasi Mobile Banking Masih Jadi Tugas Rumah Bank

Erornya Aplikasi Mobile Banking Masih Jadi Tugas Rumah Bank

Editor : - 8 April 2022 - 1:13 pm

Di tengah-tengah digitalisasi oleh perbankan, erornya beberapa service mobile banking masih jadi pekerjaan rumah penting. Misalnya ialah program Livin by Berdikari pada 25 Febuari kemarin. Bank Berdikari berkelit servicenya macet karena tingginya ketertarikan nasabah menyikapi penyeluncuran program potongan harga photobook aktris asal Korea Selatan BTS.

Tidak itu saja, program BCA ikut jadi perhatian khalayak saat eror pada 3 Maret lalu. Faksi BCA menyebutkan masalah itu muncul karena jaringan jaringannya terusik.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan pembenahan dan perawatan infrastruktur digital bank harus dilaksanakan oleh bank untuk tingkatkan literatur keuangan digital di Indonesia. Maka dari itu, menurut dia transaksi bisnis bank tidak dapat beralih ke digital secara seutuhnya.

“Hybrid dipandang seperti jalan keluar untuk selalu menggerakkan inklusi keuangan sekalian percepat alih bentuk digital bank,” kata Bhima ke Fortune Indonesia, Jumat (1/4).


Hal tersebut jadi perhatian Komisi VI DPR RI saat Rapat dengar opini dengan beberapa Direktur Khusus (dirut) Himpunan Bank Punya Negara (Himbara).

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam menjelaskan perbankan harus siap dalam memiara infrastruktur digital kepunyaannya. Hal itu sebagai usaha jaga kesetiaan nasabah supaya tidak beralih ke lain bank.

“Survey di Amerika, saat orang memakai program rupanya susah dipakai oleh warga. (Pemakai) condong berpindah ke program lainnya,” tambah legislator wilayah penyeleksian (dapil) Jawa Timur II itu lewat info sah yang diambil di Jakarta, Jumat (1/4).

Menurut Mufti, bila nanti warga beralih memakai bank yang lain karena program perbankan susah dijangkau, maka berpengaruh pada keuntungan perusahaan.

Menjelang Ramadan, DPR dorong pembaruan infrastruktur digital

Seirama dengan Mufti, Anggota Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menjelaskan persoalan eror pada program Livin’ by Berdikari harus jadi fokus utama pembaruan. Ditambah sesaat lagi akan masuk Ramadan yang memungkinkannya intensif transaksi bisnis warga memakai mobile banking semakin tinggi.

“Empat minggu lalu program Livin by Berdikari eror. Kemarin eror kembali. Yang saya kuatirkan sesaat lagi bulan kedepan telah Lebaran, Pak. Orang membagi-bagi rejeki dan lain-lain saat ini lewat program (m-banking),” kata Eko.

Transaksi bisnis mobile banking Bank Berdikari sentuh Rp1.630 triliun

Bank Indonesia (BI) menulis nilai transaksi bisnis digital banking bertambah tajam 46,53 % (yoy) jadi Rp3.732,8 triliun. Perkembangan digital banking terus dirasakan oleh Bank Berdikari dan BCA.

Bank Berdikari mercatat, program Livin’ by Berdikari s/d akhir Desember 2021 sudah didownload oleh 10 juta pemakai.

Tidak itu saja, program dengan mobile banking itu sudah mencatatkan nilai transaksi bisnis Rp1.630 triliun dalam jumlah transaksi bisnis tembus 1,5 miliar kali.

Transaksi bisnis mobile banking BCA masih tumbuh 60%

Executive Vice President Secretariat dan Corporate Communication BCA Hera F. Haryn sempat menerangkan, erornya program mobile banking karena terusiknya jaringan jaringan. Akan tetapi, faksinya sudah lakukan pembaruan infrastruktur digital.

Pada 2021, BCA menulis transaksi bisnis pada mobile banking yang tumbuh 60 % (YoY). Ini sesuai dengan peningkatan jumlah rekening nasabah BCA sejumlah 16 % YoY jadi 29 juta di akhir 2021, yang beberapa besarnya datang dari service pembukaan rekening lewat cara online.

“Yang akan datang, BCA terus akan perkuat ekosistem keuangan, pembaruan dan modernisasi dari infrastruktur tehnologi info yang dipunyai,” tutur Hera.