Fitur Reactions Resmi Hadir di WhatsApp

3 min read

CEO Meta Mark Zuckerberg sah umumkan kedatangan feature reactions di WhatsApp. Info itu dia kabarkan melakui account resminya di Facebook dan Instagram.

“Reactions di WhatsApp berguling awal hari ini,” catat Mark seperti diambil dari upload di Instagram Storiesnya, diambil Kamis (5/5/2022). Dalam upload itu, dia tampilkan enam reactions yang datang ini kali.

Ada reactions pujian, hati, ketawa terpingkal-pingkal, terkejut, dan bersedih. Sebagai tambahan, ada juga reactions yang sering disimpulkan sebagai perkataan terima kasih atau tos.

Dalam upload lewat Facebook, Mark Zuckerberg tuliskan dalam kurun waktu dekat semakin banyak gestur akan dipertambah di feature ini. Tetapi, ada peluang feature ini akan launching dengan bertahap untuk semua pemakai, hingga sekarang ini tidak semunya bisa menggunakannya.

Untuk dipahami, feature reactions di WhatsApp sebetulnya telah kedengar hadirnya semenjak tahun kemarin, tetapi baru ada di versus beta baru di bulan kemarin. Sama sesuai namanya, feature ini memungkinkannya pemakai untuk memberi reaksi pada pesan yang diterima.

Dalam kata lain, pemakai WhatsApp sekarang dapat semakin gesturf dalam memberi reaksi pada pesan yang dikirim seseorang. Feature ini sebetulnya telah datang terlebih dahulu di program Facebook.

Reactions membuat bertambah tanggapan pemakai pada upload atau komentar Facebook, hingga tak lagi sekedar tombol like.

Berdasar laporan, awalannya WhatsApp tidak mempunyai gagasan ungkap kedatangan feature reactions untuk beberapa pemakai. Tetapi pada akhirannya, perusahaan mulai meningkatkan feature ini di iOS versus beta, selanjutnya untuk Android.

Di lain sisi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sudah mengawali pemberhentian tayangan TV analog tahapan pertama pada 30 April 2022, untuk banyak wilayah.

Bersamaan dengan itu, Kemkominfo mengeluarkan beberapa saluran untuk warga, jika mempunyai pertanyaan atau aduan berkaitan masalah penempatan Set Hebat Box (STB) TV digital.

Aliran pertama ialah call-center 159. Saluran ini dapat digunakan oleh warga, misalkan berkaitan STB yang belum sampai dan sebagainya yang berkaitan ASO.

“Rekan-rekan bisa juga unduh chatbot lewat WA (WhatsApp),” kata Rosarita Niken Widiastuti, Staff Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dalam pertemuan jurnalis virtual, Minggu (1/5/2022).

“Dalam chatbot ini banyak beberapa informasi yang dapat didapat, selanjutnya gerakan berkenaan persiapan daerah-daerah untuk ASO seterusnya,” tambah Niken.

Untuk chatbot WhatsApp berkaitan ASO sendiri dapat dijangkau lewat nomor 08118202208. Disamping itu, Kemkominfo merekomendasikan warga untuk mengambil program Signal TV Digital.

 

Menkominfo Johnny G. Plate sendiri umumkan pemberhentian tayangan TV analog atau Analog Switch Off (ASO) akan dilaksanakan mulai 30 April 2022 di 3 Daerah Tayangan di 3 Propinsi, khususnya di 8 kota/kabupaten.

Johnny juga menghimbau supaya warga memeriksa piranti tv yang dipunyai, sudahkah memberikan dukungan transmisi tayangan digital atau memang belum.

Awalnya, Staff Pakar Menkominfo Rosarita Niken Widiastuti menerangkan dalam sebuah seminar-online, jika warga tidak harus beli piranti tv baru untuk dapat melihat tayangan TV digital.

“Tv yang lama meskipun belum memberikan dukungan tayangan TV digital masih tetap langsung bisa berpindah ke digital memakai alat namanya Set Hebat Box (STB),” kata Niken.

Set Hebat Box (STB) sebagai alat yang digunakan untuk mengkonversi signal digital jadi gambar dan suara, yang bisa diperlihatkan di piranti TV analog biasa. Warga dapat beli STB di online shop dan off-line.

Kemkominfo bersama Instansi Penayangan Khalayak (LPP) atau TVRI dan Instansi Penayangan Swasta (LPS) akan membagi Set Hebat Box gratis ke 6,tujuh juta rumah tangga miskin sama sesuai Data Terintegrasi Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.

Lalu, sesudah ada Set Hebat Box, bagaimana warga dapat mengganti TV analognya supaya bisa terima transmisi tayangan TV digital?

Berikut Tekno Liputan6.com panduan langkah pasang Set Hebat Box TV Digital:

Membuka paket STB TV Digital yang telah bersertifikasi

Dalam paket, kamu umumnya akan mendapati remote, kabel RCA, adaptor, kartu garansi, dan buku

Selanjutnya, pasang kabel antena ke port ANT IN yang berada di STB

Lalu, pasang kabel RCA ke TV dan STB sama sesuai berwarna, dimulai dari kuning, merah, dan putih

Sesudahnya, hidupkan TV dan STBUsai berpijar, di monitor akan diperlihatkan tutorial instalasi

Kamu dapat pilih pilihan bahasa dan negara, terhitung code pos

Tentukan penelusuran automatis untuk kanal

Demikian penelusuran signal usai, kamu langsung bisa nikmati content TV digital itu.

Disamping itu, ada banyak ketidaksamaan khusus di antara tayangan TV digital dan tayangan TV analog. Pertama turun Niken, TV analog direncanakan untuk suara. Sementara, TV digital direncanakan untuk suara dan data.

“Seterusnya, pada TV analog, signal yang dikeluarkan berbentuk signal analog atau signal diamankan antena. Sementara di TV digital, signal yang dikeluarkan berbentuk signal mekanisme tayangan digital,” kata Niken, baru saja ini.

Ketidaksamaan ke-3 ialah, kualitas gambar dan suara pada tayangan TV analog jernih, bila dekat sama pemancar. Dan pada tayangan TV digital, penonton akan rasakan gambar bersih dan suara jernih walau tidak dekat sama pemancar.

Ketidaksamaan ke-4, tayangan TV analog memakai sinaran dengan memodulasikan langsung pada pembawa frekwensi. Sementara pada tayangan TV digital, data terlebih dulu dikodekan berbentuk digital baru dikeluarkan.

Ke-5, pada tayangan TV analog gambarnya ada beberapa noise. Sementara di tayangan TV digital, siaran bersih dan suara yang dibuat juga jernih.

Paling akhir, tayangan TV analog habiskan ongkos penayangan yang semakin tinggi. Sementara tayangan berteknologi digital memiliki biaya penayangan lebih rendah.

Sekedar info, tayangan TV analog sekarang ini memakai pita frekwensi 700 MHz dengan lebar pita 328 MHz. Jika TV analog diarahkan ke digital, cuma diperlukan 176 Mhz untuk stasiun tv.

Indonesia juga dapat membagikan 112 MHz yang digunakan untuk kepentingan lain, satu diantaranya melangsungkan konektivitas 5G lebih luas kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *