Riset: Warga RI Banyak Mengakses Aplikasi Keuangan Selama Ramadan

1 min read

Menurut studi SHAREit Group, platform online dan offline global untuk konten digital, banyak orang Indonesia mengakses aplikasi dari layanan keuangan (financial technology/fintech) hingga aplikasi makanan selama periode Ramadhan.

Dalam laporan bertajuk Plan a Impactful Ramadhan 2022, SHAREit memiliki sembilan aplikasi yang paling banyak dibagikan di seluruh platform: aplikasi keuangan (fintech), buku dan referensi, portal berita dan majalah, aplikasi hiburan olahraga, resep makanan, Acara kesehatan. Aplikasi, kebugaran (kesehatan). & Kebugaran), aplikasi obrolan, dan acara.

Aat Pangestu Hadi, Country Sales Director SHAREit Group, mengatakan Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan penggunaan berbagai aplikasi. Pasalnya, setiap individu ingin berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri bersama kerabat, sahabat dan keluarga.

Dengan begitu, Ramadhan juga menjadi peluang bagi brand untuk memenangkan persaingan pasar dengan mengikuti fase normal, kata Hadi.

“Selama Ramadhan, merek perlu menyadari kebutuhan pelanggan mereka dan mengembangkan strategi untuk menjangkau audiens target mereka melalui pemasaran yang disesuaikan dan platform yang andal. Penting juga untuk belajar dari tren perilaku pelanggan tahun sebelumnya.” Kata.

Penggunaan aplikasi ini dibagi menjadi empat fase: 1 minggu sebelum Ramadhan, 1 hingga 2 minggu Ramadhan, 3 hingga 4 minggu, dan 1 minggu setelah Ramadhan. Masing-masing bab ini menyajikan kebutuhan konsumen yang berbeda yang mempengaruhi kebiasaan menggunakan aplikasi tertentu.

Menurut survei yang sama, aplikasi keuangan paling banyak dibagikan selama Ramadhan, terhitung 25%. Bahkan, layanan memuncak pada 43% pada fase ketiga Ramadhan.

“Hal ini disebabkan lonjakan belanja dari minggu pertama hingga Lebaran dan banyaknya pengajuan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan acara hari raya dan hari raya,” katanya.

Aplikasi acara juga meningkat sebesar 55% dibandingkan periode yang sama. Setelah itu melonjak pada fase ke-4 dan mencapai 80%. Situasi ini diyakini tercipta karena banyaknya warga yang berencana bertemu orang terdekat untuk merayakan Idul Fitri. Mereka menggunakan aplikasi acara untuk menemukan referensi tempat pertemuan

Untuk aplikasi buku dan referensi, peningkatan selama Ramadhan adalah 43%, terutama pada tahap kedua, naik 67%. Selama Ramadhan, orang cenderung menghabiskan waktu luangnya dengan membaca buku dan mencari referensi terkait dengan Bulan Suci.

Selain perilaku konsumen selama Ramadhan, survei yang sama juga menunjukkan aplikasi yang dibagikan secara luas di fase-fase tertentu. Misalnya, aplikasi berita dan majalah meningkat 43% pada fase pertama, terutama seiring dengan kebutuhan informasi Ramadhan untuk mengetahui kebijakan pemerintah.

Aplikasi olahraga juga mengalami tren yang sama pada tingkat 55%, meningkat menjadi 69% pada tahap kedua. Demikian pula, aplikasi medis meningkat 25% di Fase 1 dan 36% di Fase 3.

Sementara itu, aplikasi makanan Tahap 2 meningkat sebesar 29% karena tingginya keinginan masyarakat akan inspirasi untuk mencari resep Sahur dan Buka Puasa. Sementara itu, aplikasi kesehatan meningkat 32% di Fase 3 dan aplikasi komunikasi meningkat 26% di Fase 4.

“Memahami kebiasaan konsumen selama Ramadhan memungkinkan setiap merek atau merek untuk mencapai target pasarnya secara lebih akurat, yang tentunya sejalan dengan potensi bulan Ramadhan yang tinggi.” ujar Aat.

Untuk informasi lebih lanjut, SHAREit Group adalah perusahaan teknologi internet global yang membangun berbagai aplikasi dan diinstal oleh sekitar 2,4 miliar pengguna di seluruh dunia, termasuk aplikasi inti. Mereka mengatakan jaringan bisnis mereka telah mencapai lebih dari 150 negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *