Shopee Tutup Bisnisnya di India, Padahal Baru Beroperasi Sebentar

Shopee Tutup Bisnisnya di India, Padahal Baru Beroperasi Sebentar

Editor : - 8 April 2022 - 1:17 pm

Shopee sudah sah tutup usahanya di India. Walau sebenarnya, raksasa e-commerce Singapura ini baru bekerja beberapa waktu di negara itu.

“Kami sudah memilih untuk akhiri prakarsa Shopee India tahapan awalnya karena ketidakjelasan pasar global. Sepanjang peralihan ini, kami memberikan dukungan komune penjual dan konsumen lokal, dan team lokal. Kami akan konsentrasi membuat prosesnya. semulus kemungkinan,” kata jubir Shopee ke TechCrunch pada Senin, 28 Maret.

Shopee mengeluarkan servicenya di India Oktober kemarin. Keputusan penutupan itu mulai berlaku efisien mulai Selasa (29/3). Kami akan mengolah semua pesanan saat sebelum tanggal di atas. Kemudian, kami akan memberi service purna jual.

Di awal Maret tahun ini, Shopee menarik diri dari pasar Prancis.


Dalam pada itu, perusahaan induk Shopee dan Garena, Sea Limited, harus hadapi larangan blokir games Free Fire yang mendadak diterapkan oleh pemerintahan India pada Februari kemarin.

Sesudah penutupan, kapitalisasi pasar Sea Limited yang tercatat di New York sudah turun $16 miliar setiap hari, menurut Reuters. Sekarang ini, dia mempunyai kapitalisasi pasar US$ 64,76 miliar. Sebagai perbedaan, pada Oktober 2021, kapitalisasi pasar perseroan capai US$200 miliar.

Menurut TechCrunch, Shopee terima kritikan dari retail lokal India saat melaunching service itu. Liga Pedagang Semua India sudah mengingatkan pemerintahan jika kehadiran pemain asing akan menghancurkan ekosistem lokal, terlebih bila diperhitungkan ada praktek perdagangan yang tidak adil.

Pemerintahan India usaha membuat perlindungan peritel lokal dengan berlakukan peraturan yang ketat pada aktor e-commerce.

Dalam pada itu, pasar e-commerce India pasti berkembang cepat dan dikuasai oleh pemain seperti Amazon.com Inc dan Flipkart Walmart.

Shopee sendiri sudah meluaskan servicenya ke banyak pasar dalam tahun-tahun ini, terhitung Brasil, Polandia, Meksiko, Kolombia, dan Chili.

Awalnya, Sea Limited mengatakan usaha e-commerce tahun ini perkembangan penghasilannya cuman 76%, turun dibanding tahun 2021 yang bertambah 157%. Keadaan ini diprediksi disebabkan karena pengurangan pembelian online karena limitasi sudah dilonggarkan di beberapa negara…

“Peralihan menegangkan dalam sentimen pasar pada peningkatan harga saham akan bawa semua perusahaan e-commerce ini di titik impas minimal selekasnya,” kata Oshadi Kumarasiri, riset saham di Lightstream Research. Saya ada di bawah penekanan.

Tahun kemarin, Sea Limited mencatatkan rugi bersih $2,04 miliar, bertambah 25,8% dari tahun awalnya $1,62 miliar. Sebagai perbedaan, rugi perseroan pada 2019 capai US$1,46 miliar.