Pengalaman Masuk SMK

3 min read

Hai para pembaca setia Suka Dunia, semoga tidak bosan dengan postingan saya yang gitu-gitu aja. Kali ini saya membuat postingan terbaru. Sebenarnya sih, ini gak pengen di buat, cuman karena ada tugas dari akademi ya mau gimana lagi. hehehe..

Untuk membuat postingan ini butuh proses yang panjang. Mulai dari kurang enak badan, kurang memaksimalkan waktu. Yah begitulah saya, manusia biasa seperti pada umumnya yang tak mampu melawan rasa sakit yang mendalam. Hehehe bercanda kok 🙂 .

Yuks langsung aja baca postingannya.

Pengenalan SMK

STM baru ada di Indonesia sejak tahun 1970. Ada 8 STM yang menjadi perintis yang tersebar di Indonesia. Kemudian ketika tahun 1997 STM resmi di rubah menjadi SMK dan hingga saat ini pun masih sama.

Sekolah Menengah Kejuruan atau biasa di singkat SMK. SMK adalah Sebuah Lembaga Pendidikan yang sederajat dengan SMA (Sekolah Menengah Atas). Dari namanya saja pun berbeda, walaupun masih satu derajat.

Walaupun sama derajatnya tapi tujuan SMK adalah untuk bekerja setelah lulus. Bukan berarti semuanya harus melanjutkan untuk bekerja. Tapi jika kalian ingin melanjutkan ke Universitas memang masih ada peluangnya.

SMA adalah jenjang yang fokus untuk dipersiapkan melanjutkan ke Universitas. Berbeda dengan SMK yang lebih fokus mempersiapkan siswa-siswanya untuk melanjutkan bekerja di sebuah Perusahaan yang sesuai dengan jurusan yang di pelajarinya.

SMK memiliki banyak macam jurusan, contohnya, :

  • Teknik Permesinan(TP),
  • Teknik Gambar Bangunan(TGB),
  • Teknik Komputer (TKJ) Jaringan
  • dan lain-lain.

Walaupun SMK di fokuskan untuk bekerja, bukan berarti tidak ada pelajaran formal seperti yang ada di SMA. Akan tetapi, di SMK pada saat materi kejuruan, persentasenya adalah 30% materi, 70% praktek. Dan bukan hanya itu saja, biasanya di SMK lebih mengutamakan kedisiplinan.

Kenapa Saya Memilih SMK

Ini terjadi sekitar 5 tahun yang lalu sebelum pengumuman hasil akhir dari ujian SMP. Pada waktu itu saya sudah ada niat untuk sekolah di luar kota atau lebih tepatnya jauh dari kampung halaman. Tapi karena ada kepentingan yang mendesak niat tersebut tidak dapat di jalankan.

Setelah saya lulus SMP, banyak teman yang mengajak mendaftar ke SMA favorit terdekat. Karena niat awal yang tidak kesampaian, rasanya tidak ingin lanjut sekolah saja. Tapi niat buruk itu tak berlangsung lama ketika ada teman yang mengajak pergi untuk mendaftar di SMK.

Sempat bingung, pertama kalinya mendengar kata SMK. Setelah coba search di google, ternyata sekolah SMK itu fokus untuk lanjut bekerja. Singkat cerita sampailah di sebuah SMK yang bernama SMK N 1 Adiwerna yang katanya SMK paling favorit.

Kemudian, di sana saya bersama dengan teman mencoba bertanya ke Satpam yang berjaga di gerbang SMK tersebut. Kami menanyakan dimana tempat pendaftaran berada. Satpam tersebut menyuruh kami untuk menuju ke gedung A di bagian belakang.

Sebelum kami sampai di gedung A, terlihat banyak yang mengantri untuk masuk ke dalam gedung A. Bahkan di belakang kami pun masih ada yang berdatangan. Tak berpikir lama-lama kami pun langsung ikut mengantri untuk masuk ke gedung tersebut.

Sekitar 20 menit, kami berdua baru bisa masuk ke gedung. Ternyata hanya per-15 orang yang boleh masuk ke gedung tersebut untuk mengisi sebuah formulir pendaftaran. Disitu ada guru yang mengarahkan kami untuk masuk dan menyuruh kami duduk dan mengisi formulir.

Di dalam formulir tersebut terdapat beberapa yang harus saya isi. Seperti identitas, nama orang tua dan ada beberapa pertanyaan yang lainnya. Pertanyaan yang paling menonjol adalah pertanyaan untuk memilih jurusan. Dan saya memutuskan untuk memilih TKJ.

Kenapa Jurusan TKJ?

Sebelumnya, TKJ adalah salah satu jurusan yang terbaru. Dan saya adalah angkatan ke-3 di jurusan TKJ. Walaupun begitu angkatan 1 dan 2 telah memperlihatkan prestasi-prestasi yang dapat di berikan ke sekolah tersebut.

TKJ kepanjangan dari Teknik Komputer Jaringan. Kenapa saya memilih jurusan ini?, mungkin karena sudah dari kecil saya menyukai dunia komputer. Bahkan sebelum menginjak umur 5 tahun pun sudah suka bermain komputer dengan saudara-saudara saya.

Maka dari itu saya tidak pikir panjang untuk memutuskan memilih jurusan tersebut. Selain itu juga TKJ adalah jurusan yang paling di minati nomor tiga setelah jurusan TKR dan TP. TKR (Teknik Kendaraan Ringan) paling banyak peminatnya, jadi sulit untuk masuk ke jurusan tersebut.

Yang Di Pelajari Di Jurusan TKJ

TKJ adalah jurusan yang memfokuskan siswanya untuk bisa mengontrol sebuah jaringan. Tidak sepenuhnya benar. Karena tidak semuanya jaringan komputer yang di pelajari. Masih banyak yang lainnya yang harus di pelajari.

Mulai dari dasar-dasar dari sejarah adanya komputer di dunia. Kemudian bagaimana bisa manusia mampu membuat dan mengoperasikannya. Selain itu juga ada materi yang berbeda. Mulai dari Pemograman Dasar, Komunikasi Data, dan Pemograman Web.

Ada sekitar 12 mapel khusus untuk materi kejuruan disamping pelajaran formalnya. Hampir setengah hari saya belajar di sekolah selama 6 hari. Jadi weekend hanya hari minggu saja selama satu minggu. Meski begitu banyak sekali ilmu yang saya dapat di jurusan TKJ ini.

Di jurusan ini kita di ajarkan untuk memaksimalkan fungsi-fungsi yang ada di dalam komputer. Dari fungsi komponen-komponennya. Mulai dari hardware input dan outputnya, dan software-software yang bisa di pakai untuk kebutuhan jaringan.

Yang Paling Berkesan Saat Di SMK

Mungkin ini adalah yang paling saya ingat ketika masih di SMK dulu. Sebuah pengalaman dan pelajaran hidup yang membangun motivasi saya untuk bergerak maju. Walaupun kini tujuan tersebut masih menjadi angan-angan.

Yang paling berkesan tersebut adalah ketika mengenal apa sih jaringan komputer itu. Dan saya mengetahui semua itu ketika menginjak tingkat ke dua SMK semester awal. Di saat itu guru menjelaskan betapa senangnya belajar jaringan komputer itu.

Ketika komputer-komputer di kumpulkan di dalam ruangan dan saya bingung untuk apa komputer sebanyak itu. Sekitar ada dua puluh komputer yang lengkap dengan mouse dan keyboard. Saya dan teman-teman SMK sontak bingung.

Guru bertanya, apakah ada yang bisa mengirimkan sebuah file dari komputer nomer satu ke nomor dua puluh. Dan saya dan teman-teman hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan tersebut. Guru tersebut hanya bisa tersenyum.

Kemudian guru tersebut mencoba mengirimkan sebuah file seperti pertanyaannya tadi. Klik per-klik pun terdengar sampai guru mengatakan sudah selelai. Kemudian guru menunjuk salah satu murid untuk mengecek komputer nomor dua puluh apakah ada file yang dikirimkan atau tidak.

Sontak teman saya yang di tunjuk untuk mengecek file di komputer tadi kaget. Ternyata memang ada file yang telah di kirimkan tadi. Kemudian guru mulai menjelaskan bahwa kalian harus serius jika ingin bisa melakukan hal semudah ini.

Setelah mendengar itu saya bertekad untuk belajar fokus untuk materi jaringan komputer tersebut. Yang akhirnya saya kurang fokus ke pelajaran formal. Sebenarnya ada rasa sesal terlalu fokus ke satu pelajaran saja, tapi memang sudah terjadi hehehe.

Meski begitu saya juga merasa ada perubahan pada pribadi saya. Walau masih sedikit, itupun sudah cukup memacu saya untuk belajar memperbaiki diri. Mulai dari kedisiplinan, keuletan, tanggung jawab, serta pentingnya kebersamaan atau bersosial dimanapun kita berada.

Penutup

Mungkin itu sedikit saja yang bisa saya ceritakan pengalaman semasa SMK. Di sini saya masih belajar dan masih berusaha untuk memperbanyak pengetahuan yang masih belum saya ketahui. Mungkin dengan tulisan pengalaman ini bisa menjadi motivasi khususnya buat saya sendiri.

 

Sekian dan terima kasih telah membaca postingan ini.

Cara Kerja Wifi

IBNU
4 min read

Karantina Di Bandung

IBNU
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *