Cara Atasi Aplikasi iPhone yang Crash

Cara Atasi Aplikasi iPhone yang Crash

Editor : - 19 July 2022 - 3:08 pm

Apple dikenali cukup ketat dalam menyortir dan pilih program yang datang di App Toko. Umumnya, program itu telah dimaksimalkan dan sanggup jalan dengan konstan di iOS.

Walau begitu, tidak berarti tidak ada permasalahan yang kemungkinan terjadi. Ada banyak peristiwa yang membuat program stop jalan atau alami jatuh.

Pemicunya juga dapat berbagai macam, dimulai dari code program yang memiliki masalah, bug di program, sampai software yang belum diperbaharui. Tetapi lepas itu, sebetulnya ada cara-cara untuk menangani program yang alami jatuh di iPhone.

Untuk ketahui apa langkah untuk menangani program memiliki masalah di iPhone, baca beberapa langkahnya berikut seperti diambil dari Android Authority, Minggu (17/7/2022).

Baca Juga!

Tutup dan Membuka Kembali Program

Langkah termudah untuk membenahi program yang mendadak alami jatuh ialah tutup lalu membuknya kembali. Untuk melakukan, kamu tinggal menyapur monitor dari bawah dan tentukan program yang tidak memberi respon itu, lalu membuka kembali melalui situs depan.

Check Up-date Program

Selainnya langkah di atas, kamu perlu pastikan adakah up-date yang ada untuk program itu di App Toko. Bila ada, kamu langsung bisa mengupdatenya karena up-date umumnya di-launching untuk menangani bug sekalian tingkatkan perform sebuah program.

Check Up-date iOS

Langkah lain untuk menangani permasalahan ini ialah memeriksa apa kamu telah mengupdate iOS ke versus terkini, karena ada peluang pengembang telah lakukan rekonsilasi aplikasinya dengan iOS versus terbaru. Kamu tinggal buka menu Settings, General, lalu tentukan Software Up-date.

Re-start iPhone

Jika tidak ada up-date dan semua kelihatan normal, langkah lain untuk menangani program yang tidak jalan dengan lakukan re-start iPhone. Langkah ini memang termasuk usang, tetapi cukup baik.

Hapus Program dan Instal Kembali

Paling akhir, bila semua langkah di atas belum memberi hasil maksimal, kamu perlu hapus dan memasangkan program itu. Tetapi harus diingat, kamu bukan hanya hapus program itu, tetapi juga pastikan data yang terkait dengan program itu disingkirkannya.

Di lain sisi, Apple barusan ungkap akan mengenalkan Lockdown Model ke semua piranti iPhone, iPad, sampai Mac.

Adapun Lockdown Model ialah feature di mana sejumlah fitur tertentu akan dimatikan, dan membuat perlindungan pemakai dari penyelusup/spyware beresiko.

Apple menjelaskan, feature ini ialah pelindungan opsional untuk wartawan, aktivis, dan pembela hak asasi manusia sebagai target negara memakai spyware.

Dikutip Gizmodo, Kamis (7/7/2022), feature ini datang sebagai jalan keluar sesudah sekian tahun gempuran spyware sukses menarget beberapa ribu pemakai iPhone di penjuru dunia.

Manfaatkan liabilitas di mekanisme keamanan piranti, pembikin spyware seperti NSO Grup, Candiru, dan Cytrox bisa menginjeksi spyware atas keinginan konsumen setia pemerintahan mereka.

Saat diaktifkan, model baru ini akan menonaktifkan peranan dan feature tertentu di mana titik masuk untuk infeksi spyware di periode kemarin.

Lockdown model akan memblok mayoritas tipe attachment pesan (yang umumnya dipakai untuk penebaran spyware licik), dan jaringan kabel ke computer atau piranti lain.

Dalam beberapa kasus, beragam tipe code dikunci supaya tidak berjalan pada piranti (Apple memberikan contoh memakai gabungan JavaScript just-in-time (JIT)).

“Lockdown model ialah feature inovatif yang menggambarkan loyalitas tegar kami membuat perlindungan pemakai dari gempuran terlangka dan paling hebat,” kata Ivan Krstić, kepala tehnik dan arsitektur keamanan Apple.

“Sementara mayoritas pemakai iPhone, iPad, dan Mac tidak pernah jadi korban gempuran cyber yang paling ditarget, kami akan bekerja tanpa capek membuat perlindungan minoritas,” ucapnya.

Selain itu, Google mengingatkan pemakai mengenai spyware namanya Hermit yang dibikin oleh perusahaan berbasiskan di Italia, yakni RCS Labs.

Adapun spyware Hermit dibikin bukan hanya bisa mengambil data korbannya, tapi juga merekam dan lakukan panggilan telephone tanpa ijin pemakai.

Team periset Google namanya Threat Analysis Grup (TAG), Benoit Sevens dan Clement Lecigne, ungkap RCS Labs menyengaja mengontaminasi pemakai HP Android dan iOS dengan spyware mereka.

Proses infeksi spyware ke piranti pemakai ini dilaksanakan dengan kontribusi beberapa Penyuplai Service Internet (ISP) di Italia dan Kazakhstan, seperti diambil dari laporan TAG lewat Security Affairs, Sabtu (25/6/2022).

TAG merasakan ada tujuh dari 9 liabilitas zero-day yang diketemukan di tahun 2021 diperkembangkan oleh penyuplai komersil, dan dipasarkan ke barisan yang disokong pemerintahan.

Team periset mencari ada lebih dari 30 supplier yang jual liabilitas, atau kekuatan pemantauan ke organisasi atau lembaga support pemerintahan.

TAG sudah memperhatikan RCS Labs, dan ketahui sistem gempuran mereka selalu dengan diawali link unik yang dikirimkan ke sasaran.

Sesudah mengeklik link, korban ditujukan ke halaman yang direncanakan menipu pemakai supaya mengambil dan memasangkan program beresiko di HP Android atau iOS mereka.

BACA JUGA