Kajian Akbar Di Masjid Istiqlal Pertama Kali

3 min read

Hai para pembaca setia Suka Dunia, semoga tidak bosan dengan postingan saya yang gitu-gitu aja. Kali ini saya membuat postingan terbaru. Sebenarnya sih, ini gak pengen di buat, cuman karena ada tugas dari akademi ya mau gimana lagi. hehehe..

Untuk membuat postingan ini butuh proses yang panjang. Mulai dari kurang enak badan, kurang memaksimalkan waktu. Yah begitulah saya, manusia biasa seperti pada umumnya yang tak mampu melawan rasa sakit yang mendalam. Hehehe bercanda kok 🙂 .

Yuks langsung aja baca postingannya.

Tinggal Di Jakarta

indonesia.travel

Setelah lulus dari SMK, tibalah waktu untuk memilih kelanjutannya. Mau bekerja ataupun kuliah itu belum saya putuskan. Walaupun begitu saya hanya iseng-iseng daftar ke universitas dan juga ke beberapa perusahaan yang membuka pendaftaran.

Sekitar 1 bulan saya merenungkan mau kemana saya setelah tamat SMK. Akhirnya saya mencoba mendaftar ke beberapa universitas yang masih membuka pendaftaran. Walaupun tidak ada satu pun yang berhasil lolos. L

Sempat frustasi dan down, saya menyerah untuk mendaftar ke universitas. Kemudian saya memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan dan mencoba mendaftar ke sebuah lowongan yang masih tersedia pada saat itu.

Sampai sekitar 2 bulan lebih saya mencoba mendaftar ke beberapa lowongan. Tapi tak kunjung datang panggilan atau pernyataan bahwa saya lolos di lowongan tersebut. Sampai akhirnya bertanya ke saudara saya apakah ada lowongan pekerjaan untuk saya.

Mau bagaimanapun saya saat itu tidak mau jadi pengangguran dan harus bekerja. Karena semua universitas sudah tutup semua. Dan saya masih menunggu kabar dari saudara yang dimintai tolong untuk mencarikannya.

Sekitar 1 minggu saya menunggu mengharapkan masih ada tempat untuk saya bekerja. Dan kemudian saudara saya mengabari saya bahwa ada sebuah sekolahan yang membutuhkan pegawai baru. Sekolah atau lebih tepatnya pondok pesantren yang berada di Jakarta Utara.

Singkat cerita akhirnya pun saya bekerja di sekolah tersebut. Menjadi staff kantor dan bekerja membantu para guru yang ada di sekolah tersebut. Dengan begitu saya akan lama tinggal di Jakarta dan jauh dari kampung halaman.

Merasa Gundah

Republika.co.id

Selang waktu 3 bulan bekerja di Jakarta, saya merasakan perubahan pada diri saya. Bukan perubahan positif yang saya rasakan melainkan perubahan negatif. Salah satu yang paling menonjol adalah kurang dekatnya saya dengan Al-Quran.

Walaupun saya bekerja di pesantren bukan berarti hanya fokus ke agama saja. Banyak hal yang harus dikerjakan di sana. Dan butuh waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang ada di pesantren tersebut. Belum lagi untuk membagi waktu untuk istirahat dan lainnya.

Dengan kesibukan yang ada di kantor, saya sering lupa akan membaca Al-Quran. Akan tetapi saya sempat membaca walau selembar dua lembar. Jadi selama itu terjadi saya merasakan gundah yang sangat menyiksa, entah mengapa terjadi.

Setiap hari saya selalu sempatkan berpikir bagaimana jadwal harian saya bisa teratur. Akan tetapi tetap saja saya tak bisa mengalahkan letihnya bekerja. Dari pagi hingga sore hari saya bekerja dan sering di kejar target yang mengharuskan lembur.

Menyalahkan diri sendiri, merasa bodoh, tapi semuanya sudah terjadi. Bahkan tingkat kinerja saya semakin menurun karena sering sekali kelelahan. Di samping itu tidak ada solusi yang tepat untuk situasi saya saat ini.

Sampai seorang teman menyarankan saya untuk pergi ke sebuah kajian. Karena melihat saya yang sering melamun (mungkin) saat bekerja. Di tambah lagi kinerja saya yang menurun dan bisa menghambat kinerja yang lainnya.

Awalnya saya masih agak menyepelekan. Sering sekali saya di tegur atasan karena kinerja saya yang kurang maksimal dan juga laporan yang sering terlambat. Tidak seperti awal-awal saya pertama bekerja dan hasilnya pun berbeda.

Perjalanan Menuju Masjid Istiqlal

Islamidia.com

Sempat tak terpikirkan selama ini, mungkin ini yang dinamakan kasih sayang Allah SWT, kepada hamba-Nya. Ketika hamba-Nya butuh pertolongan, pasti akan dikabulkan dan itu semua terjadi dan tidak bisa direncanakan oleh manusia sekalipun.

Setelah disarankan oleh teman untuk mengikuti kajian, saya pun akhirnya mencoba mencari. Mencari kajian yang tidak bertabrakan dengan jadwal kerja. Dan weekend adalah waktu yang bisa saya pakai untuk mengikuti sebuah kajian.

Saya menyempatkan untuk mencari kajian yang ada di hari weekend. Kemudian saya menemukan kajian yang dekat dan waktunya pas seperti yang saya mau. Sebuah kajian yang dilaksanakan di hari sabtu sore di masjid Istiqlal Jakarta.

Masjid Jami yang sangat megah dan luas yang berada di Jakarta Pusat. Masjid Istiqlal, masjid yang memang sering kali dipakai untuk kajian-kajian rutin. Saking besarnya masjid ini mampu menampung 200.000 jamaah. Jumlah yang sangat banyak.

Saking banyaknya mungkin sebagian orang tidak percaya. Akan tetapi setelah saya datang dan melihat dengan kepala sendiri barulah saya percaya. Luas tanah yang mencapai 93.200 meter persegi dan luas bangunan yang mencapai 24.200 meter persegi.

Masjid yang sangat luar biasa, indah dan megah. Masjid terbesar yang pernah saya lihat secara langsung. Masjid ini berdiri sekitar tahun 70-an pada saat pemerintahan Presiden Soeharto. Dan diresmikan untuk bisa digunakan pada 22 februari 1978.

Kajian Dari Ustad Yang Sangat Luar Biasa

Majalahayah.com

Sebuah kajian yang bertemakan Al-Quran. Sesuatu yang saya tinggalkan, atau lebih tepatnya menjauh dari itu. Seperti disapa kembali oleh seseorang yang telah lama hilang dari hidup kita. Aneh tapi ya memang ini yang saya rasakan waktu itu.

Kemudian saya masuk ke dalam masjid tersebut. Masya’allah, luar biasa jamaah yang hadir tersebut sangatlah banyak sampai-sampai ketika masuk saja harus mengantri selama 15 menit. Akan tetapi saya kan waktu itu badan masih kecil, ya jadi bisa masuk melewati kerumunan. J

Di bagian dalam masjidnya pun sangat luar biasa. Arsitektur yang sangat mewah dan megah. Ada lima lantai (kalau tidak salah) yang terdiri dari lantai basement, lantai utama, dan 3 tingkat tambahan yang digunakan jika lantai utama terisi penuh.

Kali ini karena jamaahnya penuh, 3 lantai atas di buka. Saya awalnya bingung kenapa kajiannya penuh sekali hingga 3 lantai penuh semua. Ternyata pengisi dari kajian kali ini adalah seorang Ustad yang sangat popular. Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA.

Ustadz yang satu ini emang sangat luar biasa. Dengan penjelasan yang sangat detail beliau bisa menerangkan sebuah materi serta pembahasan yang tidak membosankan. Waktu itu beliau membawakan sebuah materi yang berjudul “Cintailah Al-Quran”.

Tema ini sangat pas atau cocok untuk saya pada waktu itu. Beliau seakan-akan menasehati saya secara langsung. Kata beliau semua mukmin yang menjauh dari Al-Quran bukan berarti dia tidak ada kesempatan untuk kembali.

Mungkin itu adalah cara untuk mengingatkan Hamba-Nya yang terlalu sibuk dengan dunia. Dan disitu saya sadar pekerjaan yang saat ini memang sangat menyibukkan. Dan dari situlah saya memotivasi diri saya untuk lebih mengutamakan akhirat daripada dunia.

Mungkin itu saja cerita pengalaman saya. Terima kasih sudah membaca. Ikuti postingan saya selanjutnya yah. See you in the next post. ^^

Cara Kerja Wifi

IBNU
4 min read

Karantina Di Bandung

IBNU
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *